9 Cara Menghemat Biaya Pernikahan agar Pas Budget 

Biaya Pernikahan

Pembengkakan biaya pernikahan masih menjadi masalah yang sering dialami banyak pasangan pengantin. Karena itu, semakin banyak calon pengantin baru yang mencari cara menghemat biaya pernikahan agar acara impian terwujud tanpa menguras anggaran.

Salah satu penyebab terbesar pengeluaran membengkak adalah catering. Berdasarkan The Knot Real Wedding Study 2026, sekitar 24% total anggaran pernikahan dialokasikan untuk catering, kue, dan minuman. Artinya, hampir setengah biaya pernikahan ada pada makanan.

Kabar baiknya, biaya pernikahan tetap bisa dihemat tanpa mengurangi kualitas acara jika anggarannya dikelola dengan tepat. Simak beberapa cara menghemat biaya pernikahan berikut agar Anda bisa merencanakan pesta impian dengan lebih bijak.

9 Cara Menghemat Biaya Pernikahan yang Efektif

Setiap acara pernikahan harus ada rencana yang matang, tidak terkecuali masalah anggaran. Untuk bisa menghemat biaya pernikahan, beberapa cara berikut bisa Anda ikuti:

1. Buat Rencana Anggaran Pernikahan Sejak Awal

Adanya rencana anggaran yang akan Anda keluarkan akan membuat Anda tahu berapa batas dana yang dimiliki. Penyusunannya harus sejak awal ketika Anda dan pasangan akan menikah, jangan di tengah proses persiapan.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki budget Rp100 juta untuk konsep pernikahan minimalis, maka buatkan pembagiannya menjadi:

  • Catering (40%): Rp40.000.000
  • Sewa gedung (25%): Rp25.000.000
  • Dokumentasi foto dan video (10%): Rp10.000.000
  • Rias dan sewa busana pengantin (10%): Rp10.000.000
  • Dekorasi, undangan, dan kebutuhan lain (15%): Rp15.000.000

Pembagian ini adalah contoh. Anda dapat menyesuaikannya dengan konsep pernikahan, jumlah tamu, dan prioritas masing-masing.

2. Rencanakan Daftar Tamu Undangan Lebih Awal

Jumlah tamu yang diundang adalah faktor yang paling memengaruhi biaya pernikahan. Semakin banyak tamu, besar pula anggaran yang dibutuhkan untuk catering, sewa gedung, jumlah meja, souvenir, dan lainnya.

Agar lebih mudah, buat daftar tamu berdasarkan kategori keluarga inti, keluarga besar, teman, dan rekan kerja. Setelah itu, tetapkan batas maksimal undangan bersama pasangan dan keluarga agar tidak ada perubahan secara mendadak.

3. Utamakan Pos Anggaran yang Meningkatkan Kepuasan Tamu

Demi kelancaran acara, Anda harus memprioritaskan anggaran yang akan dirasakan oleh tamu. Beberapa pos yang berpengaruh antara lain catering, kenyamanan venue (kapasitas, pendingin ruangan, dan area parkir)

Sebagai gambaran, Anda dapat mengalokasikan sekitar 40-50% anggaran untuk catering, 20-30% untuk venue, dan 5-10% untuk dokumentasi serat hiburan. Dengan pembagian ini, tamu dapat menikmati hidangan yang memadai, suasana acara nyaman, dan rangkaian acara tertata lebih baik.

4. Hitung Kebutuhan Catering dengan Tepat

Sebagai salah satu pos pengeluaran terbesar dalam biaya pernikahan, perhitungan catering harus dilakukan dengan cermat. Jangan sampai jumlah makanan terlalu sedikit hingga tamu tidak kebagian atau kebanyakan sehingga makanan terbuang.

Berikut ini cara menghitung porsi catering pernikahan yang dapat Anda jadikan acuan:

  • Hitung estimasi tamu yang hadir, karena biasanya hanya sekitar 70-90% dari total undangan yang akan datang.
  • Sesuaikan jumlah porsi dengan estimasi tamu, bukan berdasarkan undangan agar lebih efisien.
  • Tambahkan cadangan sekitar 5-10% untuk mengantisipasi tamu tambahan atau kebutuhan kru acara.
  • Pertimbangkan konsep resepsi, karena buffet, stall, atau standing party membutuhkan perhitungan porsi yang berbeda.
  • Konsultasikan jumlah porsi dengan vendor catering agar perhitungan lebih akurat.

5. Pilih Menu yang Sesuai Anggaran

Setelah mengetahui budget catering, langkah berikutnya adalah memilih menu catering pernikahan. Hindari memilih terlalu banyak variasi hidangan karena ingin terlihat mewah, karena justru bisa meningkatkan biaya secara signifikan.

Fokuslah pada cita rasa baik, porsi cukup, dan disukai oleh sebagian besar tamu. Misalnya, Anda dapat menyusun paket berisi nasi, lauk utama, sayuran, sup, dessert, dan minuman. Jangan lupa, tambahkan satu menu spesial yang meningkatkan pengalaman bersantap, misalnya steak.

6. Bandingkan Vendor, Jangan Asal Pilih Termurah

Cara menghemat biaya pernikahan tidak terlepas dari vendor mana yang Anda pilih. Perlu diingat, penawaran harga paling murah belum tentu memberikan pelayanan terbaik, begitu pula harga mahal tidak selalu kualitasnya sepadan.

Untuk itu, Anda perlu membandingkan beberapa vendor pernikahan, beberapa tips memilihnya antara lain:

  • Bandingkan fasilitas yang didapatkan dalam setiap paket.
  • Cek portofolio dan hasil pekerjaan vendor sebelumnya.
  • Baca ulasan pelanggan untuk mengetahui kualitas layanan.
  • Pastikan tidak ada biaya tambahan di luar penawaran awal.
  • Pilih vendor yang kooperatif dan responsif.

7. Booking Vendor di Waktu yang Tepat

Waktu melakukan booking juga dapat memengaruhi total biaya pernikahan. Makin dekat ke hari acara, peluang kenaikan harga vendor semakin tinggi dan pilihan paket terbaik bisa saja sudah habis.

Nah, agar lebih hemat, pertimbangkan waktu booking vendor berikut ini:

  • 9-12 bulan sebelum hari H untuk venue, catering, dan dokumentasi.
  • 6-9 bulan sebelum hari H untuk makeup artist, busana, dan dekorasi.
  • Manfaatkan pameran pernikahan (wedding expo) karena banyak vendor menawarkan promo khusus.
  • Pilih tanggal di luar musim pernikahan untuk mendapatkan harga yang lebih bersahabat.
  • Dilakukan booking saat ada promo atau diskon dari vendor, terutama pada event tertentu.

8. Susun Prioritas Pengeluaran Wajib vs Bisa Dikurangi

Setiap kebutuhan pernikahan memiliki tingkat prioritas yang berbeda. Agar anggaran tetap terkendali, bedakan mana yang wajib dipenuhi dan mana yang masih bisa dikurangi atau disesuaikan.

Untuk pengeluaran wajib antara lain catering, venue atau gedung pernikahan, busana dan makeup, dokumentasi, serat dekorasi. Sedangkan pengeluaran yang dapat Anda kurang adalah suvenir, desain undangan, dekorasi tambahan, wedding cake, dll.

9. Amankan Keuangan Acara dengan Dana Cadangan

Meski seluruh anggaran sudah disusun dengan matang, biaya tidak terduga tetap bisa muncul menjelang hari H. Misalnya penambahan jumlah tamu, biaya lembur vendor, atau kebutuhan mendadak lainnya.

Sebaiknya, sisihkan dana cadangan sekitar 5-10% dari total anggaran pernikahan agar Anda tidak perlu mengganggu pos pengeluaran lain. Dengan adanya dana cadangan, Anda bisa menghadapi kebutuhan mendadak dengan lebih tenang tanpa mengganggu kondisi keuangan.

Setelah mengetahui cara menghemat biaya pernikahan, sekarang Anda bisa memulai membuatnya. Jika sudah ada budget atau anggaran yang ditetapkan, Anda bisa mulai memilih vendor catering.

Perlu diingat, tamu biasanya mengingat makanan yang disajikan dibandingkan dekorasi mewah. Karena itu, lebih baik Anda memilih vendor yang mampu menghadirkan menu berkualitas tapi sesuai budget seperti Steak Hotel by Holycow.

Kenapa Holycow? Jika ingin menghadirkan hidangan yang berbeda dari menu prasmanan pada umumnya, steak Holycow adalah pilihannya. Dengan layanan Meat & Grill Catering Service, tamu undangan dapat menikmati steak yang dimasak dan disajikan langsung saat acara.

Founder Holycow Wynda Mardio telah menciptakan kualitas rasa steak yang konsisten. Karena setiap hidangan dibuat menggunakan bahan baku yang berkualitas dengan proses memasak yang menjaga tekstur daging tetap juicy dan cita rasanya tetap nikmat.

Dari sisi anggaran, Holycow juga dikenal menghadirkan steak dengan value for money. Anda bisa menghadirkan menu steak premium kepada tamu tanpa mengalokasikan anggaran berlebihan.

Bagaimana cara menghemat biaya pernikahan Anda akan ditentukan dari pemilihan catering! Bersama Holycow, Anda dapat menghadirkan pengalaman bersantap yang istimewa untuk setiap tamu di hari bahagia.

Referensi:

  • https://www.theknot.com/content/wedding-budget-ways-to-save-money
  • https://www.oriethewedding.com/artikel/cara-menghitung-porsi-catering-untuk-acara-pernikahan
  • https://www.bridestory.com/id/blog/mau-menikah-tahun-ini-simak-5-tips-memilih-vendor-wedding
  • https://www.prudential.co.id/id/knowledge-corner/pahami-kesehatan/biaya-pernikahan/

Rekomendasi artikel lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses